Monday, November 14, 2011

ENZIM

ENZIM
I.         Tujuan Percobaan
          Menentukan aktifitas enzim pada berbagai kondisi
1.      Pengaruh konsentrasi
2.      Pengaruh pH

II.      Tinjauan Pustaka
          Enzim adalah proses metabolisme berperan sebagai biokatalis dalam setiap reaksi metabolism yang terjadi pada makhluk hidup. Dalam aktifitas enzim ini dipengaruhi oleh berbagai factor seterti konsentrasi, suhu maupun pH. Pada kondisi yang sesuai enzim ini dapat bekerja secara optimal dalam reaksi katabolisme maupun anabolisme (Tim Dosen Biokimia, 2011).
         Enzim dalam aktifitasnya bekerja secara spesifik terhadap substrat yang akan dikatalisisnya dengan begitu kita akan dapat mengetahui berapa besar aktivitas yang dilakukan. Seperti contoh adalah enzim yang bekerja untuk mendegrasi amilum adalah amilase. Enzim ini banyak terdapat pada saliva, sehingga makanan yang dikunyah lama akan terasa manis karena senyawa polisakarid akan terurai menjadi monosakarida (Tim Dosen Biokimia, 2011)
          Suatu enzim bekerja secara khas terhadap suatu substrat tertentu. Kekhasan inilah cirri suatu enzim. Ini sangat berbeda dengan katalis lain (bukan enzim) yang dapat bekerja terhadap berbagai macam reaksi. Fungsi suatu enzim adalah sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi didalam sel maupun diluar sel. Suatu enzim dapat mempercepat reaksi 108 sampai 1011 kali lebih cepat dari pada apabila reaksi tersebut dilakukan tanpa katalis. Jadi enzim dapat berfungsi sebagai katlis yang sangat efisien, disamping itu mempunyai derajar kekhasan yang tinggi. Seperti juga katalis lainnya, maka enzim dapat menurunkan energy aktivitas suatu reaksi kimia. Reaksi kimia ada yang membutuhkan energy (energi endorgani) dan ada pula yang menghasilkan energy atau mengeluarkan energy (eksorgonik) (Ana, Poedjadi, 2005)
          Kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa factor, terutama adalah substrat, suhu, keasaman, kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH (tingkat keasaman) optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein yang dapat mengalami perubahan bentuk jika suhu dan keasaman berubah, diluar suhu atau pH yang sesuai, enzim tidak dapat bekerja secara optimal atau struktur akan mengalami kerusakan. Hal ini akan menyebabkan enzim kehilangan fungsinya sama sekali. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. Inhibitor adalah molekul yang menurunkan ativasi enzim, sedangkan activator adalah yang meningkatkan aktifitas enzim. Banya obat dan racun adalah inhibitor enzim (Anonim, 2009)

III.   Metodologi
3.1.       Alat
1.    Tabung reaksi 4 buah
2.    Rak tabung
3.    Gelas ukur 10 ml
4.    Pipet tetes
5.    Boto semprot
6.    Lumping alu
7.    Tabung sentrifuge
8.    Penangas air
9.    Stopwatch

3.2.       Bahan
1.      Larutan amilum 1 %
2.      Buffer pH 4,5, 7,0, 9,5.
3.      Larutan  iodium 10 %
4.      Ekstrak tauge
5.      Aqdes

3.3.       Prosedur Kerja
1.      Memasukkan touge kedalam lumpang alu sampai hancur
2.      Menambahkan aqades sebanyak 100 ml. kemudian touge dihancurkan membentuk homogen.
3.      Menyaring ekstrak touge yang telah dihancurkan dengan kain saring.
Kemudian filtrat yang dihasilkan selanjutnya akan dimasukkan kedalam masing-masing tabung.
a.       Pengaruh pH
1.      Menyiapkan 3 buah tabung reaksi mengisi larutan sebagai table berikut :


Tabung
Amilum
I2
Buffer
pH 4,5
pH 7,0
pH  9,5
1
2
3
2 ml
2 ml
2 ml
1 tetes
1 tetes
1 tetes
1 ml

1 ml


1 ml
2.      Menambahkan 4 ml larutan enzim kedalam masing-masing tabung.
3.      Mengamati perubahan warna dari reaksi tersebut dan menghitung waktunya.
4.      Membuat kurva reaksi antara pH dan waktu reaksi.

b.      Pengaruh konsentrasi
1.      Menyiapkan 3 buah tabung reaksi dan mengisi larutan seperti tabel berikut :
Tabung
Amilum
Aqades
Buffer pH 7
I2
Enzim
1
2
3
2 ml
2 ml
2 ml
6 ml
4 ml
2 ml
1 ml
1 ml
1 ml
1 tetes
1 tetes
1 tetes
2 ml
4 ml
6 ml

2.      Mengocok larutan, setelah itu mendiamkan pada suhu kamar
3.      Mengamati perubahan warna dari larutan dan menghitung waktunya
4.      Membuat kurva reaksi antara konsentrasi enzim dan waktu reaksi


IV.   Hasil Pengamatan
a.      Pengaru pH
Ph Buffer
Waktu (s)
4,5
7,0
9,0
25,33
26,61
27,41

b.      Pengaruh konsentrasi
ml enzim
Waktu (s)
2 ml
4 ml
6 ml
33,83
14,26
11,53


V.      Analisa Data
Rumus V= 1T
1.      Pengaruh pH 4,5
a.       Buffer Ph 4,5
V= 1T  = 125,33  = 0,039 = 3,9 . 10-2
b.     Buffer pH 7,0
V = 1T  = 122,61  = 0,044 = 4,4 . 10-2
c.      Buffer pH 9,5
V = 1T  = 127,41  = 0,036 = 3,6 . 10-2

2.      Pengaruh konsentrasi
a.       Volum 2 ml
V = 1T  = 133, 83  = 0.029 = 2,9 . 10-2
b.      Volume 4 ml
V = 1T  = 114,21=  0,070 = 7 . 10-2
c.       Volume 6 ml
V = 1T  = 111,53  = 0,086 = 8,6 . 10-2


Kurva









VI.   Pembahasan
       Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis(senyawa yang mepercepat proses tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Adapun tujuan ingin di ketahui yaitu menentukan aktivitas enzim pada pengaruh pH dan pengaruh konsentrasi, dan enzim yang digunakan yaitu enzim yang terdapat pada tauge. Sebagian besar enzim adalah protein, namun tidak semua protein adalah enzim. Enzim bekerja secaara spesifik dan bekerja pada pH dan suhu tertentu.
       Pada perlakuan pertama yaitu mengenai pengaruh pH terhadap kerja enzim, dimana larutan buffer yang memiliki kadar pH yang berbeda-beda yaitu pH(4,5) ,(7), dan (9,5) di masukkan kedalam 3 tabung kemudian menambahkan amilum  2 ml selanjutnya menambahkan lagi dengan larutan iodium, dimana amilum adalah polisakarida yang terbentuk dari jutaan molekul maltose yang berbentuk spiral, dan akan mengurung iodium dalam spiralnya sehingga terbentuk warna biru gelap,kemudian di tambahkan dengan ekstra  tauge yang mana kandungan enzim amilase yang terdapat pada ekstra tauge akan mengubah amilum menjadi D-glukosa.
       Adapun hasil yang di peroleh pada masing-masing pH yaitu, pH 4,5 ialah 3,9×10-2, pada pH 7 ialah 4,4×10-2 dan untuk pH 9,5 ialah 3,6×10-2 sehingga dapat di lihat bahwa enzim bekerja dengan baik pada pH yang tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa.
       Selanjutnya mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap kerja enzim, dimana hasil yang di peroleh dari pengaruh konsentrasi adalah volume 2 ml ialah 2.10-2, volume 4 ml ialah 7.10-2 dan volume 6 ml ialah 8,6.10-2. Pada perlakuan ini masing-masing tabung di tambahkan dengan amilum,aqades,buffer pH7,iodium dan enzim dengan konsentrasi yang berbeda. Bahwa dapat di lihat semakin rendah konsentrasi enzim maka kerja enzim tersebut lambat, begitu pula bila konsentrasi enzim terlalu tinggi maka kerja enzim tersebut cepat. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengamatan di mana larutan yang konsentrasi enzimnya 2 ml lebih cepat kerja enzimnya dibandingakan dengan konsentrasi enzimnya 4 ml dan 6 ml. Sehingga dapat di ketahui rendahnya konsentrasi enzim sangat mempengaruhi system kerja enzim itu sendiri.
       Adapun tujuan dari penambahan iodium untuk mengetahui waktu reaksi dari larutan tersebut sampai mengalami perubahan warna menjadi warna putih. Penambahan larutan buffer dengan pH7 bertujuan agar enzim tersebut,dapat bekerja , karena diketahui bahwa enzim dari tauge dapat bekerja dengan baik pada pH normal.
       Pada kurva yang di peroleh melalui percobaan dapat di lihat bahwa aktivitas enzim paling tinggi pada pH 7,0. Hal ini menunjukkan bahwa pada pH 7,0 enzim memliki aktivitas maksimum,sehingga pH optimum untuk enzim amilase pada ekstrak touge adalah 7,0 seperti yang terlihat pada kurva hubungan pH dengan laju reaksi (aktivitas enzim).

VII.      Penutup
A.  Kesimpulan
         Berdasarkan hasil percobaan di simpulkan bahwa :
1.      Pengaruh konsentrasi terhadap aktivitas enzim yaitu semakin tinggi pH maka aktifitas enzim semakin lambat.
2.      Pengaruh konxentasi terhadap aktivitas enzim yaitu semakin tinggi konsentrasi maka aktifitas enzim semakin lambat.
3.      Sifat kerja enzim sangat di pengaruhi oleh pengaruh suhu,konsentrasi, dan pH.
4.      pH optimum untuk enzim amilase pada ekstra tauge adalah pH 7,0.
5.      Aktifivitas enzim dan konsentrasi enzim memiliki hubungan perbandingan yang lurus dimana semakin besar konsentrasi maka tinggi aktivitas enzim tersebut.

B.  Saran
               Untuk percobaan selanjutnya agar alat dalam laboratorium di perbanyak lagi sehingga praktikum dapat bekerja dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2009.Enzim.(http: //id.Wikipedia.org/Wiki/enzim) Diakses 26 Oktober 2011
Poedjadi,Ana dkk.2005.Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Press)
Tim Dosen Biokimia. 2011. Penuntun Praktikkum Biokimia. Universitas Tadulako : Palu






No comments:

Post a Comment

Post a Comment